Jumat, 05 Desember 2008

PUISI


Perlahan tubuhku ditutup tanah
Perlahan semua pergi meninggalkanku
Masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
Aku sendirian di tempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri … menunggu keputusan

PUISI


Bumi Menangis

kicauan burung tak seindah dulu
tarian daun tak sekencang dulu
hembusan laut tak setenang dulu
getaran gunung tak seseunyi dulu

apakaha kalian tak berfikir begitu bodohnya kalian mengubah bumi yang begitu indah sekarang menjadi begitu tak berdaya

PUISI


Lelaki Yang Membaca HuJAN


Di pagi buta yg ke sekian
lelaki t’gesa mbaca hujan
mengeja hbs ayat2 ksetiaan
mengusung mimpi2 penyair ke tepi pembaringan

Di ujung senja yg t’akhir
lelaki mbaca hujan yg mengalir
mencari peta2 luka yg sempat terukir
dr nafas khidupan yg kian tersingkir